Novel Rara Mendut : Sebuah Trilogi kulit muka SoftCover

987524c928b9020b5cb7ce72420635b3x.jpg

Rara Mendut : Sebuah Trilogi
Penulis : Y.B. Mangunwijaya

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Kulit Muka : Soft Cover
ISBN13 : 978 – 979 – 22 – 3583 – 8
Tanggal terbit : April 2008
Text : Bahasa Indonesia
Jumlah Halaman : 806
Dimensi : (L x P)150 x 230mm
Kategori : Sejarah Fiksi
Berat : 830 gram
Harga : Rp. 150,000,-
Kondisi : Baru, Segel Plastik, 85-95%, bagian atas ada bercak kuning karena penyimpanan.

Rara Mendut : Sebuah Trilogi adalah sebuah novel antologi sejarah berbahasa Indonesia karya Y.B. Mangunwijaya (atau “Rama Mangun”) yang diterbitkan tahun 2008 oleh Gramedia Pustaka Utama. Buku ini merupakan novelisasi dari cerita bersambung yang dimuat di harian KOMPAS dari 1982 hingga 1987. Trilogi ini terdiri dari tiga bagian yang berjudul “Rara Mendut”, “Genduk Duku”, dan “Lusi Lindri”.

Cerita Rara Mendut ini ditulis baru oleh Y.B. Mangunwijaya sebagai cerita roman semi-historis yang dikembangkan dari Babad Tanah Jawi (teks Jawa kuno) “Rara Mendut” dan berbagai sumber. Novel ini juga disertai dengan penggunaan banyak kosakata bahasa Jawa dan juga dibumbui humor khas ala dia. Novel ini menceriterakan perjalanan hidup seorang perempuan cantik yang hidup pada zaman Sultan Agung, penguasa Kesultanan Mataram abad ke-17 (di era Republik Indonesia, kerajaan ini terletak di Pulau Jawa dan berpusat di provinsi Jawa Tengah).

Rara Mendut, budak rampasan yang menolak diperistri oleh Tumenggung Wiraguna demi cintanya kepada Pranacitra. Dibesarkan di kampung nelayan pantai utara Jawa, ia tumbuh menjadi gadis yang trengginas dan tak pernah ragu menyuarakan isi pikirannya. Sosoknya dianggap nyebal tatanan di lingkungan istana di mana perempuan diharuskan bersikap serba halus dan serba patuh. Tetapi ia tak gentar. Baginya, lebih baik menyambut ajal di ujung keris Sang Tumenggung daripada dipaksa melayani nafsu panglima tua itu.

Genduk Duku, sahabat Rara Mendut yang membantunya menerobos benteng Keraton Mataram dan melarikan diri dari kejaran Tumenggung Wiraguna. Setelah kematian Rara Mendut dan Pranacitra, Genduk Duku menjadi saksi perseteruan diam-diam antara Wiraguna dan Pangeran Aria Mataram, putra mahkota yang kelak bergelar Sunan Amangkurat I dan sesungguhnya juga jatuh hati kepada Rara Mendut – perempuan rampasan yang oleh ayahnya dihadiahkan kepada panglimanya yang berjasa.

Lusi Lindri, anak Genduk Duku dipilih menjadi anggota pasukan pengawal Sunan Amangkurat I oleh Ibu Suri. Lusi Lindri menjalani kehidupan penuh warna di balik dinding-dinding istana yang menyimpan ribuan rahasia dan intrik-intrik jahat. Sebagai istri perwira mata-mata Mataram, ia tahu banyak… Bahkan terlalu banyak… Semakin lama nuraninya semakin terusik melihat kezaliman junjungannya. Tiada pilihan lain! Bulat sudah tekadnya, baginya lebih baik mati sebagai pemberontak penentang kezaliman daripada hidup nyaman bergelimang kemewahan.

Y.B. Mangunwijaya

Yusuf Bilyarta Mangunwijaya. Lahir di Ambarawa, 6 Mei 1929. Pada tahun 1959 menyelesaikan pendidikannya di Institut Filsafat dan Teologi Sancti Pauli, Yogyakarta. Tahun 1966 menyelesaikan Sekolah Teknik Tinggi Rhein, Westfalen, Aachen, Republik Federasi Jerman. Dia telah menyelesaikan sekolah di Fellow of Aspen Institute for Humanistic Studies, Aspen, Colorado, USA.

Harga bisa berubah sewaktu-waktu,
dan harga di atas belum termasuk ongkos kirim.

Informasi lebih lanjut hubungi :
– UPUN IPIW WA : +62 822 1844 8515

Upun Ipiw